" Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai,
bukan pula jalan orang yang sesat "
Seseorang dapat membayangkan apa saja nikmat-nikmat Tuhan yang telah diperolehnya, dengan melihat modal apakah yang dimiliki sendiri sebelum hadir di dunia ini.
Al qur'an menegaskan bahwa manusia pernah suatu ketika tidak ada
" Bukankah telah datang atas manusia, suatu waktu dari suatu masa, ketika dia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut (karena dia belum ada (QS 76:1) "
Kalau demikian, keberadaan manusia adalah nikmat, suatu penambahan atau kelebihan. Apakah manusia sebelum berada itu telah memiliki kekayaan, ilmu pengetahuan, anak, istri dan lain-lain ? jawabannya jelas TIDAK.
Sehingga pada akhirnya apapun yg berada dalam diri manusia, dalam lingkungan-bahkan di seluruh alam raya ini, semuanya adalah nikmat Allah, sehingga tepat pernyataan Al qur'an
" Apabila engkau bermaksud menghitung-hitung nikmat Tuhan, niscaya engkau tak mampu menghitungnya (QS 14:34) "