Skip to main content

Surah Al-Fatihah ayat (7)

arti al fatihah ayat 7
" Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai,
 bukan pula jalan orang yang sesat "

Seseorang dapat membayangkan apa saja nikmat-nikmat Tuhan yang telah diperolehnya, dengan melihat modal apakah yang dimiliki sendiri sebelum hadir di dunia ini.
Al qur'an menegaskan bahwa manusia pernah suatu ketika tidak ada

" Bukankah telah datang atas manusia, suatu waktu dari suatu masa, ketika dia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut (karena dia belum ada (QS 76:1) "

Kalau demikian, keberadaan manusia adalah nikmat, suatu penambahan atau kelebihan.  Apakah manusia sebelum berada itu telah memiliki kekayaan, ilmu pengetahuan, anak, istri dan lain-lain ? jawabannya jelas TIDAK.
Sehingga pada akhirnya apapun yg berada dalam diri manusia, dalam lingkungan-bahkan di seluruh alam raya ini, semuanya adalah nikmat Allah, sehingga tepat pernyataan Al qur'an
" Apabila engkau bermaksud menghitung-hitung nikmat Tuhan, niscaya engkau tak mampu menghitungnya (QS 14:34) "

Popular posts from this blog

Arti Hidayah, Makna Hidayah

Ar-Raghib Al-Isfahany seorang pakar bahasa Al-Qur'an membagi hidayah Allah terhadap manusia dalam empat bagian. 1. Meliputi seluruh manusia mukallaf , yaitu hidayah dalam arti akal, pengetahuan umum, sesuai dengan batas kemampuan masing-masing. sesuai dengan firman Allah dalam surah Thaha ayat 50; " (Musa) berkata " Tuhan kami adalah yang telah memberikan kepada tiap-tiap suatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk ". 2. Hidayah dalam arti ajakan kepada manusia melalui para nabiNYA dan kitab suciNYA, seperti firman Allah dalam surah  Al-Anbiya  ayat 73; " Kami telah jadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami..." 3. Hidayah dalam arti Taufiq atau persesuaian antar kehendak seseorang dengan kehendak Allah.  Ini tentunya hanya khusus bagi mereka yg telah menerima secara baik hidayah kedua yang disebut di atas.  Sesuai firman Allah pada surah Maryam  ayat 76; " Dan Allah...

Surah Al-Fatihah ayat (6)

" Tunjukilah kami jalan luas lagi lurus " Kata ihdina  diambil dari kata hada, hidayah,  yang biasa diterjemahkan dengan petunjuk.  Kata ini oleh pakar-pakar bahasa diartikan sebagai " sesuatu yang menunjukkan (mengantar) kepada apa yang diharapkan ".  Biasanya sesuatu (petunjuk) itu didampaikan secara lemah lembut. Suatu hal yang perlu digarisbawahi, karena tidak jarang terlupakan adalah bahwa hidayat  berkaitan erat dengan kelemah lembutan.  kata hadiyah yang telah masuk kedalam perbendaharaan bahasa indonesia, juga terambil dari akar kata yang sama dengan hidayah .  Hadia adalah " sesuatu yang diberikan secara halus dan lemah lembut menuju apa yang diharapkan oleh si pemberi, yaitu persahabatan dan jalinan hubungan yang lebih erat". " ihdina ash-shirath al-mustaqim adalah permohonan kepada Allah agar sipemohon memperoleh petunjuk dan diantarkan ke jalan yang luas lagi lurus ". source : h.46

Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah memiliki banyak nama, setiap nama memberi isyarat tentang fungsi atau tujuan turunnya.  Di samping As-Sab' Al-Matsany yang telah disinggung maknanya.  Nama lain surah Al-Fatihah; 1. Al-Fatihah (pembuka yang sangat sempurna) 2. Asy-Syafiyah (penyembuh) 3. Ar-Ruqyah (mantra) 4. Al-Asas (asas dan dasar) 5. Al-Waqiyah (pemelihara) 6. Al-Kanz (bekal) 7. Ad-Du'a (doa) 8. Asy-Syukr (syukur) 9. Al-Hamd (pujian) 10. Ash-Shalat (permohonan) 11. Al-Wafiyah (yang amat sempurna) Sumber :Tafsir Al qur'an Al-Karim (1997:h.6) - M. Quraish Shihab