Skip to main content

Posts

Surah Al-Fatihah ayat (4)

" Pemilik (Raja) Hari Pembalasan " Kata " Raja " biasanya digunakan untuk menyebut penguasa atas manusia, sedang kata " pemilik" untuk penguasa atas harta benda yang tidak bernyawa.  Atas dasar pertimbangan inisementara ulama lebih senang bacaan yang berarti Raja karena ia memberi kesan keagungan dan kebesaran, disamping itu - Al qur'an mengisyaratkan bahwa Allah SWT adalah raja pada hari Pembalasan. " Dan bagi-Nya kerajaan (kekuasaan) pda hari ditiup sangkakala (QS 6:73) " " Kerajaan pada hari itu (kiamat) adalah milik Allah (QS 22:56)" Surah Al-Imran ayat 26 menegaskan bahwa Pemilik sekaligus Raja yang memberi dan mencabut kekuasaan raja-raja (penguasa-penguasa) di dunia ini.  

Surah Al-Fatihah ayat (3)

" Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang " Sebagian makna dan kandungan kedua kata Ar-Rahman  dan Ar-Rahim yang membentuk ayat ketiga dari surah Al-Fatihah ini telah dikemukakan ketika membicarakan ayat pertama (basmallah).   Ar-Rahman  dan Ar-Rahim bertujuan menjelaskan bahwa pendidikan dan pemeliharaan Allah sebagaimana disebutkan pada ayat kedua, sama sekali bukan untuk kepentingan Allah atau sesuatu pamrih - seperti halnya seseorang atau satu perusahaan yang menyekolahkan karyawannya.  Pendidikan dan pemeliharaan tersebut semata-mata karena rahmat dan kasih sayang Tuhan yang dicurahkan kepada mahluk-mahlukNya (pendapat Muhammad Abduh)

Surah Al-Fatihah ayat (2)

" Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam " Kata al-khamdu terdiri dari al dan hamd.  Kata hamd seringkali diterjemahkan dengan " pujian " atau maknanya dianggap mirip atau persis sama dengan " syukur " , atau pula saling memperkaya makna. Namun pada hakekatnya, dari segi bahasa kedua makna tersebut mempunyai makna yang berbeda.   hamd (pujian) disampaikan secara lisan kepada yang bersangkutan, walau ia tidak memberi apapun kepada si pemuji atau yang lainnya.  Sedangkan syukur pada dasarnya digunakan untuk mengkui dengan tulus dan penuh penghormatan akan nikmat yang dianugerahkan oleh yang disyukuri itu, baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan. sumber : h.18

Surah Al-Fatihah Ayat (1)

 " Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang " Rasulullah SAW bersabda " Setiap perbuatan penting yang tidak dimulai dengan bismillah , maka pekerjaan tersebut tidak sempurna atau cacat ". Dengan demikian, apapun pekerjaan itu, seperti makan, minum, keluar rumah, bahkan gerak dan diam sekalipun, kesemuanya harus disadari bahwa ia tidak mungkin terlaksana kecuali atas bantuan dan kekuasaan Allah. Kata ism terambil dari kata as-sumuw yang berarti tinggi atau as-simah yang berarti tanda.  Kata ini biasa diterjemahkan dengan nama. Nama disebut ism , karena ia seharusnya dijunjung tinggi atau karena ia menjadi tanda bagi sesuatu. Nama adalah hakikat sesuatu yang dinamai itu. Jadi, kalau di sini dikatakan " dengan nama Allah ", maka itu berarti " dengan Allah ". sumber : h.10

Basmallah

Pada surah Al-Fatihah, basmallah biasa diterjemahkan " dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ".  " bi " yang diterjemahkan dengan kata " dengan " menyimpan satu kata yang tidak terucapkan tetapi harus terlintas di dalam benak ketika mengucapkan basmalah, yaitu kata " memulai ".  Sehingga bismillah berarti   " saya atau kami memulai dengan nama Allah " Apabila seseorang memulai suatu pekerjaan dengan nama Allah atau atas nama Allah, maka pekerjaan tersebut akan menjadi baik, atau paling tidak akan terhindar dari godaan nafsu, dorongan nafsu, dorongan ambisi atau kepentingan pribadi. Abdul Halim mahmud, mantan Syaikh Al-Azhar, Mesir dalam bukunya Al-Islam wa al-Aql mengatakan " Apabila anda menjadikan pekerjaan anda bertitik tolak dari Allah dan karena Allah, maka pastilah pekerjaan anda itu tidak akan mengakibatkan kerugian bagi orang lain ". sumber : Tafsir Al-Qur'an Al Karim, h. 8

Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah memiliki banyak nama, setiap nama memberi isyarat tentang fungsi atau tujuan turunnya.  Di samping As-Sab' Al-Matsany yang telah disinggung maknanya.  Nama lain surah Al-Fatihah; 1. Al-Fatihah (pembuka yang sangat sempurna) 2. Asy-Syafiyah (penyembuh) 3. Ar-Ruqyah (mantra) 4. Al-Asas (asas dan dasar) 5. Al-Waqiyah (pemelihara) 6. Al-Kanz (bekal) 7. Ad-Du'a (doa) 8. Asy-Syukr (syukur) 9. Al-Hamd (pujian) 10. Ash-Shalat (permohonan) 11. Al-Wafiyah (yang amat sempurna) Sumber :Tafsir Al qur'an Al-Karim (1997:h.6) - M. Quraish Shihab

Tafsir Al Qur'an

Bismillahirrokhmanirrokhiem, Alquran memperkenalkan dirinya sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk (tersebut) serta pemisah antara yang hak dan yang batil (QS 2:185).  Ini berarti bahwa penjelasan tentang maksud ayat-ayat Al quran dapat ditemukan dalam firman-firman Allah lainnya yang termaktub juga dalam mush-haf Alquran, baik secara tersurat maupun tersirat. Sumber : Tafsir Al qur'an Al-Karim - M. Quraish Shihab